Tuesday, November 7, 2017

Mie Instan Kebanggaan Indonesia - Indomie

Indomie adalah merek produk mi instan dari Indonesia. Di Indonesia, Indomie diproduksi oleh PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Produk dari perusahaan milik Sudono Salim ini mulai dibuat pertama kali pada pertengahan tahun 1972, dahulu diproduksi oleh PT. Sanmaru Food Manufacturing Co. Ltd., dan pertama kali hadir dengan rasa Ayam dan Udang. Selain dipasarkan di Indonesia, Indomie juga dipasarkan secara cukup luas di manca negara, antara lain di Amerika Serikat, Australia, berbagai negara Asia dan Afrika serta negara-negara Eropa; hal ini menjadikan Indomie sebagai salah satu produk Indonesia yang mampu menembus pasar internasional. Di Indonesia sendiri, sebutan "Indomie" sudah umum dijadikan istilah generik yang merujuk kepada mi instan.

Harga Indomie yang ekonomis dan cita rasanya yang telah disesuaikan dengan selera Indonesia membuat produk mi instan ini sangat digemari oleh masyarakat. Bahkan, tidak jarang warga Indonesia yang melakukan perjalanan ke luar negeri membawa Indomie untuk mengatasi masalah ketersediaan makanan yang praktis dan sesuai dengan selera Indonesia. Kepraktisan dalam penyajiannya dan mudahnya pendistribusian membuat Indomie menjadi andalan warga Indonesia saat terjadi tragedi bencana alam untuk mengatasi masalah keterbatasan dan kelangkaan bahan pangan di lokasi dengan segera.

Sejarah
Indomie pertama kali dibuat oleh PT. Sanmaru Food Manufacturing Co. Ltd. pada tahun 1972 dengan rasa sari ayam (sekarang rasa kaldu ayam) dan rasa sari udang (sekarang rasa kaldu udang). Pada tahun 1980 Indomie varian rasa kari ayam diluncurkan dan pada tahun 1982 Indomie varian mi goreng diluncurkan.

Pada tahun 1984 perusahaan tersebut dibeli oleh PT. Sarimi Asli Jaya, yang memproduksi Sarimi.

Pada tahun 1990, PT. Panganjaya Intikusuma didirikan, yang kemudian menjadi PT. Indofood Sukses Makmur Tbk.

Pada tahun 1994, mengambil alih kedua perusahaan tersebut (PT. Sarimi Asli Jaya dan PT. Sanmaru).

Pada tahun 1991, Pop Mie, mi instan dalam bentuk cup dari Indomie, diluncurkan untuk pertama kalinya dengan rasa ayam dan rasa baso.

Pada tahun 2005 setelah pergantian kemasan, Indomie berhasil memecahkan rekor Guinness World Records sebagai bungkus mi instan terbesar di dunia.

Pada tahun 2006 Indomie Goreng Kriuuk diluncurkan, dengan tiga pilihan kriuuk, yaitu kriuuk ayam, bawang dan pedas.
Pada tahun 2009 gambar foto ilustrasi saran penyajian Indomie direvisi di Indomie Goreng Spesial, Rasa Ayam Bawang, Rasa Ayam Spesial, Rasa Kaldu Ayam dan Rasa Soto Mie.

Pada tanggal 3 Januari 2010 Indofood CBP memperkenalkan Indomie kemasan baru untuk semua varian rasa goreng, kuah, Selera Nusantara dan JUMBO dengan tagline seleraku dalam pesona baru.

Pada bulan Agustus 2010, Indomie Keriting hadir dengan tiga rasa baru yaitu Goreng Rasa Ayam Cabe Rawit, Goreng Rasa Kornet dan Rasa Laksa Spesial serta pergantian kemasan untuk varian Goreng Spesial dan Rasa Ayam Panggang.

Pada akhir 2011, Indomie Goreng Rendang diluncurkan, dengan daging sapi asli dipadu dengan bumbu rendang asli, dengan tagline "ini baru rendang".

Pada bulan Agustus 2012, Indomie menyelenggarakan program ulang tahun yang ke-40 tahun, yang perayaannya diselenggarakan di Mal Taman Anggrek, Jakarta.

Pada bulan Desember 2012, diluncurkan varian baru Indomie Goreng Cabe Ijo, dengan serpihan cabe hijau asli dan minyak bumbu cabe hijau yang diberi pewarna hijau klorofil agar mi berwarna hijau. Slogan iklan Indomie Goreng Cabe Ijo yaitu "ijo, mantap, hot" yang kemudian pada bulan April 2013 dengan slogan "Asli Cabe Ijo".

Pada bulan November 2013 diluncurkan varian baru Indomie "Taste of Asia", yaitu rasa Tom Yum, Bulgogi dan Laksa.

Pada bulan Januari 2014, diluncurkan varian baru "Indomie Goreng Iga Penyet", dengan bumbu iga penyet dengan slogan "Dahsyat Iga Penyetnya!" yang kemudian diubah pada bulan Maret 2014 menjadi "Dahsyat Rasanya!".

Pada bulan September 2014, Indomie meluncurkan varian baru, Kuliner Indonesia, dengan varian rasa Mi Goreng Rasa Dendeng Balado dan Rasa Soto Lamongan.

Pada bulan September 2015, diluncurkan varian baru Indomie "My Noodlez", mi instan goreng pertama untuk anak-anak yang dibuat dengan rumput laut dan wortel dengan taburan topping crunchy, yaitu rasa Pizza Cheese, Rumput Laut dan Salmon Teriyaki. Sebelumnya varian Indomie My Noodlez sudah ada atau pernah diproduksi di era 2000-an.

Pada awal tahun 2016, Chitato, merek keripik kentang terpopuler di Indonesia, meluncurkan varian baru, yaitu Chitato Indomie Rasa Mi Goreng.

Pada bulan Februari 2016, diluncurkan varian baru "Mie Goreng Rasa Kuah", yaitu Mi Goreng Rasa Soto dan Mi Goreng Rasa Ayam Bawang, serta diluncurkan varian baru "Indomie Real Meat", yaitu Mi Goreng Ayam Jamur.

Pada bulan Mei 2016, diluncurkan varian baru "Indomie Real Meat", yaitu Mi Goreng Rendang, serta diluncurkan "Bite Mie", makanan ringan mi berbentuk bulat, yaitu rasa BBQ Pizza, Udang Tempura dan Rumput Laut.

Pada bulan Desember 2016, diluncurkan varian baru Indomie "Kuliner Indonesia", yaitu Rasa Tengkleng (hanya bisa didapatkan di daerah Jawa Tengah saja) dan Mi Goreng Rasa Tahu Tek (hanya bisa didapatkan di daerah Jawa Timur saja).

Pada bulan Februari 2017, diluncurkan varian baru Indomie Goreng Sambal Matah dan Indomie Goreng Sambal Rica-Rica, serta diluncurkan varian baru "Indomie Real Meat", yaitu Mi Goreng Empal Goreng dan Mi Goreng Telur Balado.

Pada bulan Juni 2017, diluncurkan varian Indomie Vintage dengan desain kemasan lama (tempo dulu), yaitu Rasa Kaldu Ayam dengan desain kemasan tahun 1972, Rasa Kari Ayam tahun 1980 dan Mi Goreng tahun 1982. Ketiga varian tersebut pertama kali dijual di Pekan Raya Jakarta 2017.

Pada bulan Agustus 2017, Indomie telah menginjak usia yang ke-45 tahun.

Popularitas
Tahun 2005, Indomie memecahkan rekor dunia dalam Guinness Book of World Records untuk kategori "Paket Terbesar Mi Instan" dengan menciptakan paket dengan ukuran 3,4m x 2,355 m x 0,47 m, dengan berat bersih 664,938 kilogram, di mana berat ini adalah 8.000 kali berat standar sebuah paket mi instan. Paket tersebut dibuat dengan bahan yang sama seperti sebuah bungkus mi instan dan disertifikasi layak untuk konsumsi manusia.

Pada tahun 2008 Indomie melakukan inovasi dalam promosinya dengan mengadakan acara Indomie Jingle Dare, sebuah ajang kompetisi bagi pelajar tingkatan SMA untuk membuat jingle bagi iklan Indomie.

Pada tanggal 13 Desember 2009, Indomie disebut oleh Roger Ebert, kritikus film populer dari Amerika Serikat untuk majalah Chicago Sun-Times, sebagai salah satu kado Natal pilihan di urutan #1.

Indomie adalah makanan yang sangat populer di Nigeria. Di Nigeria, Indomie diproduksi oleh De-United Foods Industries Ltd, anak perusahaan Dufil Group, hasil joint venture Tolaram Group dari Singapura dengan Grup Salim dari Indonesia. Saat ini ada 2 pabrik yang memproduksi Indomie di Nigeria, yang pertama adalah pabrik De United Foods Industries limited yang didirikan 1995 di Ota Ogun State, merupakan pabrik pertama yang memproduksi Indomie di Nigeria dan merupakan produsen mi instan terbesar di Afrika Barat. Pabrik kedua adalah Dufil Prima Foods Plc yang dioperasikan sejak 2001, terletak di Choba, Port Harcourt, Rivers State.


Penghargaan

Daftar berikut memuat sebagian penghargaan yang pernah diterima Indomie.
2010
Top Brand Award 2010 – Indomie, Outstanding Achievement in Building the Top Brand: Most Powerful Distribution Performance 2009–Indomie, The Most Powerful Distribution Performance

2009
Top Brand Award 2009 – Indomie, Outstanding Achievement in Building the Top Brand: Most Powerful Distribution Performance 2009 – Indomie, The Most Powerful Distribution Performance; The Most Powerful Distribution Performance 2009 – Indomie, The Most Powerful Brand Index; Indonesia Best Brand Award 2009 – Indomie, Platinum Brand Award, Achievement of Indonesian Best Brand Award for 7 Consecutive Years (2003–2009); Indonesian Customer Satisfaction Award 2009 – Indomie, Diamond Award, The Best in Achieving Total Customer Satisfaction for 9 Years (2001–2009); The Most Impactful Brand Activation 2009 – Indomie Jingle Dare, The Most Interactive Road Show Activation; Indonesia Best Packaging Award 2009 – Indomie Rasa Soto Betawi, First Place of The Most Environment-Friendly Packaging, The Most User-Friendly Packaging and The Safest Packaging

2008
Indonesia Customer Satisfaction Award (ICSA); Indonesia Best Brand Award (IBBA); Superbrands; Top Brand; Indonesia Best Packaging Award (As The Most Safety Indonesia Best Packaging); Indonesia Best Packaging Award (As Best of The Best Indonesia Best Packaging); The Most Powerful Distribution Performance; The Most Effective Ad

2007
Top Brand; Indonesia Customer Satisfaction Award (ICSA); Indonesia Best Brand Award (IBBA); Anugerah Asli Produk Indonesia (AAPI); The Most Powerful Distribution Performance

2006
Superbrands; Indonesia Customer Satisfaction Award (ICSA); Indonesia Best Brand Award (IBBA); Indonesia Customer Loyalty Award; The Most Powerful Distribution Performance; Anugerah Asli Produk Indonesia (AAPI)

2005
Guinness World of Record – The Largest Pack of Instant Noodles; Indonesia Customer Satisfaction Award (ICSA); Indonesia Best Brand Award (IBBA); Indonesia Customer Loyalty Award; Packaging Consumer Branding Award (Gold)

2004
Superbrands; The Best Local Brand; Food, Tobacco & Restaurant; Indonesia Customer Satisfaction Award (ICSA); Indonesia Best Brand Award (IBBA); Top Brand for Kids

2003
Indonesia Customer Satisfaction Award (ICSA); Indonesia Best Brand Award (IBBA)

2002
Indonesia Customer Satisfaction Award (ICSA)

2001
Indonesia Customer Satisfaction Award (ICSA); The Most Valuable Brands

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Indomie

Monday, November 6, 2017

Industri 4.0

Industri 4.0 adalah nama untuk tren industri saat ini yang terfokus pada otomatisasi dan pertukaran data dalam teknologi manufaktur.Didalamnya termasuk sistem cyber fisik, Internet of Things, komputasi awan dan komputasi kognitif.

Industri 4.0 menciptakan apa yang disebut “Smart Factory/pabrik pintar". Dalam pabrik pintar terstruktur modular, sistem cyber fisik memantau proses fisik, membuat salinan virtual dari dunia fisik dan membuat keputusan yang terdesentralisasi. Melalui Internet of Things, sistem cyber fisik berkomunikasi dan bekerja sama dengan satu sama lain dan dengan manusia secara real time, dan melalui Internet Services, kedua layanan internal dan lintas organisasi ditawarkan dan digunakan oleh peserta dari rantai nilai.

Istilah "Industri 4.0" berasal dari proyek strategis teknologi tinggi pemerintah Jerman, yang mempromosikan komputerisasi manufaktur. Istilah "Industri 4.0" dihidupkan kembali pada 2011 di Hannover Fair. Pada Oktober 2012 Kelompok Kerja Industri 4.0 mempresentasikan rekomendasi satu set Industri 4.0 yang diimplementasikan untuk pemerintah federal Jerman. Kini Kelompok kerja tersebut  diakui sebagai founding fathers dan yang mendorong revolusi Industri 4.0 hingga menjadi tren saat ini.

Ada empat prinsip desain di Industri 4.0. Prinsip-prinsip ini mendukung perusahaan dalam mengidentifikasi dan menerapkan skenario Industri 4.0.
Interoperabilitas: Kemampuan mesin, perangkat, sensor, dan orang-orang untuk menghubungkan dan berkomunikasi satu sama lain melalui Internet of Things (IOT) atau Internet of People (IOP). Dengan menambahkan IOT akan mengotomatisasi proses dalam skala yang lebih besar.

Keterbukaan informasi: Kemampuan sistem informasi untuk membuat salinan virtual dari dunia fisik dengan memperkaya model manufaktur/pabrik digital dengan data sensor. Hal ini memerlukan agregasi data sensor baku untuk informasi yang memiliki nilai konteks yang lebih. 

Bantuan teknis: Pertama, kemampuan sistem bantuan untuk mendukung manusia dengan menggabungkan dan visualisasi informasi comprehensibly untuk membuat keputusan dan memecahkan masalah mendesak dalam waktu singkat. Kedua, kemampuan sistem fisik cyber untuk mendukung manusia dengan melakukan berbagai tugas yang kurang menyenangkan, terlalu melelahkan, atau tidak aman untuk rekan kerja manusia mereka.

Keputusan terdesentralisasi: Kemampuan sistem fisik cyber untuk membuat keputusan sendiri dan melakukan tugas-tugas mereka se-mandiri mungkin. Hanya dalam kasus pengecualian, gangguan, atau tujuan yang saling bertentangan, tugas-tugas didelegasikan ke tingkat yang lebih tinggi.


Juni 2013, perusahaan konsultan McKinsey  merilis sebuah wawancara yang menampilkan diskusi ahli antara eksekutif di Robert Bosch - Siegfried Dais (Partner dari Robert Bosch Industrietreuhand KG) dan Heinz Derenbach (CEO Bosch Software Innovations GmbH) - dan ahli dari McKinsey. Wawancara ini ditujukan kepada prevalensi Internet of Things di bidang manufaktur dan perubahan teknologi yang didorong konsekuen yang berjanji untuk memicu revolusi industri baru.  Prinsip dasar dari Industri 4.0 adalah bahwa dengan mesin yang terhubung, pekerjaan, sistem, serta bisnis dapat menciptakan jaringan cerdas sepanjang seluruh rantai nilai yang dapat mengontrol satu sama lain secara otonom.
Beberapa contoh untuk Industri 4.0 adalah mesin yang dapat memprediksi kegagalan, kemudian memicu proses pemeliharaan secara mandiri atau melakukan proses logistik  terorganisir secara mandiri yang bereaksi terhadap perubahan yang tak terduga dalam proses produksi.

Menurut Dais, "sangat mungkin bahwa dunia produksi akan menjadi lebih dan lebih terhubung dengan jaringan sampai semuanya saling terkait dengan segala sesuatu yang lain".Sementara ini terdengar seperti sebuah asumsi yang adil dan kekuatan pendorong bagi Internet of Things, itu juga berarti bahwa kompleksitas produksi dan pemasok jaringan akan tumbuh sangat besar. Jaringan dan proses sejauh ini telah terbatas pada satu pabrik. Namun dalam skenario Industri 4.0 , batas-batas dari pabrik individu kemungkinan besar akan tidak ada lagi. Sebaliknya, mereka akan diangkat dalam rangka untuk menghubungkan beberapa pabrik atau bahkan wilayah geografis.

Ada perbedaan antara pabrik tradisional dan pabrik yang menerapkan skenario Industri 4.0 . Dalam lingkungan industri saat ini, memberikan kualitas layanan high-end atau produk dengan biaya sedikit adalah kunci keberhasilan dan pabrik-pabrik industri sedang mencoba untuk mencapai sebanyak mungkin kinerja untuk meningkatkan keuntungan serta reputasi mereka. Dengan cara ini, berbagai sumber data  tersedia untuk memberikan informasi berharga tentang berbagai aspek pabrik. Dalam tahap ini, pemanfaatan data untuk memahami kondisi operasi saat ini dan mendeteksi kesalahan dan kegagalan merupakan topik penting untuk penelitian. misalnya dalam produksi, ada berbagai alat komersial yang tersedia untuk memberikan efektivitas peralatan/Overall Equipment Effectiveness (OEE) informasi secara keseluruhan untuk manajemen pabrik untuk menyoroti akar penyebab masalah dan kemungkinan kesalahan dalam sistem. Sebaliknya, dalam sebuah pabrik yang menerapkan  Industri 4.0, selain kondisi pemantauan dan diagnosis kesalahan, komponen dan sistem dapat memperoleh kesadaran dan prediksi mandiri, yang akan memberikan manajemen dengan wawasan lebih lanjut tentang status pabrik. Selanjutnya, perbandingan dan fusi informasi kesehatan dari berbagai komponen menyediakan prediksi kesehatan yang tepat di tingkat komponen dan sistem serta mendorong  manajemen pabrik untuk memicu pemeliharaan yang diperlukan pada saat terbaik untuk mencapai pemeliharaan “just-in-time” dan mendapatkan “near -zero downtime”.

Tantangan dalam pelaksanaan Industri 4.0
- Masalah keamanan Teknologi Teknologi, yang kemudian diperparah oleh kebutuhan untuk membuka lini produksi          yang sudah ditutup.  
- Keandalan dan stabilitas yang diperlukan untuk komunikasi mesin-ke-mesin (M2M), 
- Perlu untuk menjaga integritas produksi proses
- Perlu menghindari snags IT, yang dapat menyebabkan mahalnya ongkos produksi akibat gangguan produksi yang          timbul.
- perlu untuk melindungi know-how industri (diperlukan juga peralatan/perlengkapan untuk melakukan kontrol file              pada otomasi industri) 
- Kurangnya keterampilan yang memadai untuk mempercepat perjalanan menuju revolusi industri 4.0
- Ancaman redundansi dari departemen IT suatu perusahaan 
- Keengganan umum untuk berubah oleh para pemangku kepentingan 
- Kehilangan banyak pekerjaan untuk proses otomatis dan proses IT-dikendalikan, terutama untuk bagian                            berpendidikan lebih rendah dari masyarakat

Peran “Big Data” dan analisis
Teknologi informasi dan komunikasi modern seperti sistem cyber fisik, analisis “big data” dan komputasi awan, akan membantu deteksi dini cacat dan kegagalan produksi, sehingga memungkinkan pencegahan dan meningkatkan manfaat produktivitas, kualitas, serta kehandalan yang memiliki nilai kompetitif yang signifikan. Analisis “big data” terdiri dari 6C di lingkungan cyber sistem fisik dan Industri 4.0 yang terpadu. Sistem 6C terdiri dari:
Connection (sensor dan jaringan) 
Cloud (komputasi dan data permintaan) 
Cyber (model & memori) 
Content / Context (makna dan korelasi) 
Community (berbagi & kolaborasi) 
Customization (personalisasi dan nilai)

Dalam skenario ini dan dalam rangka memberikan wawasan yang berguna untuk manajemen pabrik, data harus telah diproses dengan metode analisis dan algoritma untuk menghasilkan informasi yang mempunyai arti. Mengingat akan isu yang terlihat dan tak terlihat pada sektor industri, algoritma yang digunakan harus mampu mendeteksi dan menangani isu-isu tak terlihat seperti degradasi mesin, keausan komponen, dll didalam lini produksi/pabrik.

Sumber : https://en.wikipedia.org/wiki/Industry_4.0

Wednesday, November 1, 2017

Sejarah dan Perkembangan Handphone Samsung - Galaxy

Seiring dengan semakin berkembangnya Sistem Operasi Android, Samsung telah benar-benar mendominasi pasar ponsel saat ini. Pabrikan asal Korea Selatan ini menjual lebih banyak ponsel daripada perusahaan lain di tahun 2012,serta menyumbang sebesar 22 persen dari total penjualan di pasar ponse. Android mengklaim sekitar 70 persen pasar smartphone di seluruh dunia pada tahun 2012 dan riset IDC menunjukkan bahwa Samsung bertanggung jawab atas 42 persen dari semua pengiriman smartphone Android sepanjang tahun. Samsung adalah pembuat ponsel Android paling populer, sejauh ini.

Kesuksesan tersebut sepenuhnya dibangun oleh merek Galaxy Samsung yang telah memiliki lebih dari 50 model perangkat yang berbeda. Jika Anda menghitung semua varian, tablet, dan tablet smartphone yang diluncurkan sejauh ini, Samsung telah membombardir setiap lini, setiap titik harga, setiap faktor bentuk, setiap operator, dan setiap negara yang mungkin dapat dijangkaunya.

Berbeda dengan pesaingnya Apple, Samsung masih menjual berbagai macam smartphone dalam berbagai bentuk, ukuran dan sistem operasi. Seiring dengan Android, Samsung juga pernah memijakkan kakinya pada Sistem Operasi Windows Phone 8 dengan model perangkat seperti Samsung Ativ Odyssey untuk Verizon Wireless, serta pernah mengembangkan OS smartphone miliknya sendiri, Tizen.

Jika kita melihat kembali sejarah smartphone Samsung, kita bisa melihat benih kesuksesan Galaxy sejak tahun 2008, ketika perusahaan tersebut mulai membuat gagasan smartphone full-touch pada model perangkat Instinct dan Omnia.

Samsung SPH-I300 (October 2001)
Siapa pun yang berpikir bahwa smartphone dimulai dengan Apple akan terkejut melihat Samsung membuat smartphone yang menggunakan System Operasi Palm untuk Sprint lima tahun sebelum iPhone masuk ke pasar. I300 bisa terlihat seperti nenek moyang dari perangkat ponsel layar sentuh sentuh saat ini.





Samsung SGH-i607 BlackJack (November 2006)
Ketika demam CrackBerry melanda, Samsung mencetak hit dengan ponsel bergaya BlackBerry yang menggunakan Sistem Operasi Windows yang dinamakan BlackJack. Meski desainnya terinspirasi BlackBerry, Samsung bukan satu-satunya kloner RIM di luar sana. Motorola Q mengikuti suksesnya Samsung BlackJack, mencoba membuat smartphone bergaya yang sama untuk Verizon dan bahkan lebih sukses dipasaran.


Samsung Instinct (June 2008)
Pesaing iPhone langsung, naluri Samsung menunjukkan bagaimana sebelum Android, pembuat smartphone bersaing berjuang untuk menanggapi revolusi layar sentuh. Pada perangkat ini, Samsung ber-eksperimen pada sebuah OS yang dibangun dari komponen Sistem Java lama.


Samsung Omnia SCH-i910 (December 2008)
Samsung Omnia adalah salah satu perangkat ponsel smartphone pertama Samsung yang menggunakan aplikasi antarmuka TouchWiz. Pada saat itu, aplikasi tersebut adalah salah satu overlay widget yang disematkan pada Sistem Operasi Windows Mobile. Dan saat ini aplikasi tersebut disematkan hampir pada sejumlah besar perangkat lunak berbasis Sistem Operasi Android. Dengan desain round-slab pada antarmuka-nya, Omnia bisa dikatakan sebagai nenek moyang asli pertama dari Galaxy S4.

Samsung Galaxy i7500 (April 2009)
Menggunakan Sistem Operasi Android 1.5 Cupcake serta mengemas kamera 5MP, Galaxy i7500 dilengkapi layar AMOLED 3,2 inci yang menawarkan resolusi 320 x 480 yang sangat kecil, dan menggunakan D-pad .

Perangkat ini memiliki CPU Qualcomm MSM7200A 528MHz dan sebuah GPU Adreno 130. I7500 memiliki penyimpanan 8GB built-in dan RAM 128MB. Meskipun baterai 1.500mAh relatif besar, daya tahan baterai mengecewakan, selama penggunaan non-stop, daya tahan baterai hanya berlangsung 3-4 jam, dan perangkat harus diisi setidaknya sekali sehari.

Samsung Galaxy S (Juni 2010)
Handset Galaxy berikutnya muncul sedikit lebih dari setahun kemudian, pada bulan Juni 2010. D-pad telah hilang, dan Samsung Galaxy S memiliki bentuk dan gaya yang jauh lebih dikenali. Layarnya lebih besar, menawarkan resolusi 480 x 800 di layar 4 inci Super AMOLED.

S awalnya muncul dengan Android 2.1 Eclair kemudian diupdate dengan Android 2.3 Gingerbread. RAM ditingkatkan menjadi 512MB, tersedia pilihan penyimpanan 8GB dan 16GB,  chipset Cortex-A8 1GHz, GPU PowerVR SGX540 untuk kartu grafisnya, serta perangkat memiliki bobot 119g.

Samsung Galaxy S2(April 2011)
Perangkat yang menggunakan layar Super AMOLED Plus yang disematkan pada layar 4,3 inci, CPU Exynos 4210 1.2GHz dual-core yang lebih cepat, RAM 1GB dan GPU Mali-400MP4 yang superior.
Memulai debutnya di bulan April 2011 dengan Android 2.3.4 Gingerbread, Galaxy S2 akhirnya akan sampai sejauh 4,1 Jelly Bean, sebuah tanda kehebatan dan umur panjangnya.

Dalam hal ruang penyimpanan, tersedia model 16GB dan 32GB, dan ponsel ini dipuji karena ketipisannya, ringan (116 g), responsif dan kemampuannya dalam merekam video 1080p menggunakan kamera 8MP, dengan baterai 1.650mAh.

Samsung Galaxy S3 (Mei 2012)
Setelah membuat perangkat ponsel Galaxy Nexus yang disponsori oleh Google, Samsung kembali ke ponsel andalannya sendiri dalam bentuk S3 Galaxy di bulan Mei 2012. Dengan menggunakan layar yang lebih besar,  Super AMOLED 4,8 inci pada resolusi 720 x 1280, serta bobotnya bertambah menjadi 133g. Menggunakan CPU Exynos 4412 quad-core 1.4GHz, GPU Mali-400MP4 dan RAM 1GB. S3 awalnya hadir dengan Android 4.0.4 Ice Cream Sandwich.

Seperti pada S2, kamera 8MP ada di belakang, dengan dibantu berbagai pengoptimalan perangkat lunak membantu membuat foto mejadi sedikit lebih baik. Dari segi penyimpanan, tersedia opsi 16GB, 32GB dan 64GB. Dengan baterai 2.100mAh yang diklaim mampu bertahan selama delapan jam atau lebih walaupun digunakan non-stop. Hal tersebut menempatkan Samsung Galaxy S3 dengan sangat baik di antara handset lain tahun 2012.

Samsung Galaxy S4 (April 2013)
Setelah sukses berturut-turut, Samsung Galaxy S4 disambut dengan banyak sensasi dan antisipasi saat tiba pada bulan April 2013, menawarkan layar 10 inci x 10 inci x 1920 Super AMOLED, kamera 13MP yang telah diupgrade, Android 4.2.2 Jelly Bean dan 2.600 Baterai mAh yang bisa bertahan sepanjang hari.

Dengan spesifikasi saat itu yang sangat mengesankan: CPU Exynos 5410 okta-core dengan empat core berjejer di 1.6GHz dan empat di 1.2GHz, GPU PowerVR SGX 544MP3, RAM 2GB serta pilihan media penyimpanan yang tersedia  16GB, 32GB atau 64GB. Serta disematkan sensor yang mampu membaca mata Anda, mengukur kelembaban dan sebagainya.

Samsung Galaxy S5 (February 2014)
Spesifikasi utama yang diupgrade: CPU lebih cepat pada 2.5GHz, layarnya berukuran lebih besar yaitu 5,1 inci Super AMOLED 1080p, kamera hingga 16MP dan baterai di 2.800 mAh,  monitor denyut jantung, autofocus cepat dan pemindai sidik jari berjajar di samping Android 4.4.2 dan perombakan antar muka, yang membuat banyak hal seperti layar kunci lebih jelas dan umumnya memperbaiki arus melalui perangkat.

Perangkat ini menawarkan suatu handset high-end yang pada saat itu belum ada perangkat yang sama yang  tahan terhadap resistansi air bersertifikat IP67.

Samsung Galaxy S6 / Galaxy S6 Edge
Sebuah ponsel yang membuka jalan untuk apa yang ditawarkan Galaxy S8 hari ini, S6 melangkah keluar dari bayangan iPhone dengan tampilan tepi melengkung yang inovatif baru. Setidaknya pada salah satu dari dua model yang tersedia. Galaxy S6 yang standar dan datar digabungkan dengan Samsung Galaxy S6 Edge yang eye-catching, yang keduanya mempertaruhkan taruhan visualnya dengan panel QHD berukuran 5.1 inci 1440 x 2560.

Di bawah kap mesinnya, S6 memenuhi banyak kesombongan dengan chipset inti Exynos 7420 octa-core yang terdiri dari empat core 2.1GHz dan empat core 1.5GHz. CPU yang cukup besar ini didukung oleh GPU Mali-T760MP8 dan RAM 3GB. Meskipun memiliki pondasi yang solid, lembar spesifikasi S6 tidak sempurna, perangkat ini membuang penyimpanan microSD.

Menjalankan Android 5.0.2 Lollipop langsung dari kotaknya, S6 telah diupgrade ke Android 7.0 Nougat, dan memasangkan kamera wide-level 16MP yang menakjubkan, OIS-enhanced 28mm dengan pengambilan video 4K, self snapper 5MP dan baterai 2.550mAh.

Terlepas dari kesibukan jeroannya yang mengesankan, adalah tampilan melengkung S6 Edge yang benar-benar menarik perhatian dan memberi perangkat itu keunggulan.



Samsung Galaxy S7 / Galaxy S7 Edge
Sekali lagi telepon datang dalam dua bentuk, dengan Samsung Galaxy S7 Edge yang lebih besar menjadi bintang pertunjukan. Seperti standar, S7 5,1 inci, S7 Edge membentang layar 1440 x 2560 QHD Super AMOLED di atas bentuknya yang berukuran 5,5 inci, namun panel ini meliputi panel layar di sisi kiri dan kanan kanan ponsel.

Ponsel ini lebih dari sekedar layar yang mengesankan. Kamera 12MP S7 mungkin terdengar seperti downgrade pada kertas, namun lensa aperture f / 1.7 26mm yang baru, deteksi fasa autofocus dan peningkatan stabilisasi gambar optik memastikan pengambilan gambar yang menakjubkan namun dalam kondisi pemotretan ringan sekalipun.

Pilihan pencitraan yang mengesankan didukung oleh banyak kekuatan, dengan chipset Exynos 8890 okta-core (kecuali di AS, di mana ia memiliki Snapdragon 820) di samping grafik Mali-T880 MP12 dan RAM 4GB yang cukup besar. Ekspansi penyimpanan microSD juga kembali dilakukan, dengan model 32GB dan 64GB yang mampu ditingkatkan.

Di tempat lain, baterai 3.000 mAh berukuran cukup besar ini menawarkan daya tahan sehari penuh, dengan kemampuan Quick Charge 2.0 dari telepon yang memungkinkan Anda mendapatkan kekuatan ekstra yang cepat, sementara bingkai logam S7 yang ramping dan kaca belakang kelas atas diperkuat sertifikasi IP68 untuk pertahanannya terhadap debu dan air yang mengesankan.

Samsung Galaxy S8 / Galaxy S8 Plus
Selamat datang saat ini. Selamat tinggal panel datar tradisional, layar melengkung sekarang menjadi standar, dan masif. Samsung Galaxy S8 dan Galaxy S8 Plus yang lebih besar menandai perputaran seismik dalam desain smartphone, menghilangkan tombol fisik “home” dari handset seri Galaxy S terakhir yang mendukung Infinity Display dari tepi ke tepi.

Menawarkan lebih banyak layar pada perangkat dengan tapak yang lebih kecil, panel Infinity telah beralih ke rasio aspek 18,5: 9 yang baru dan masing-masing memiliki resolusi 1440 x 2960 yang membentang di masing-masing 5,8 inci dan 6,2 inci.

Display dan desain adalah titik perhatian utama di sini, dengan handset bersertifikat IP68 masing-masing menjalankan kamera utama 12MP dan RAM 4GB, di samping chipset Exynos 8895 okta-core (atau Snapdragon 835 di AS) dan Mali-G71 MP20 GPU.

Sementara ekspansi penyimpanan microSD tetap ada, beberapa opsi penyimpanan internal ditiadakan. Sebagai gantinya, pilihannya ada 64GB internal atau tidak sama sekali, dengan kapasitas pilihan tunggal yang ditempatkan di samping kamera depan 8MP yang mengesankan.

Sebuah ponsel yang harus mengguncang bayangan malapetaka Galaxy Note 7 yang terbakar, S8 menjalankan baterai 3.000 mAh yang layak dengan waktu pengisian ulang yang cepat.

Sebuah perangkat yang memikat kesuksesan smartphone Samsung di masa depan setelah akhir yang penuh gejolak hingga 2016. Perangkat ini adalah ponsel yang akan memaksa kompetisi untuk meningkatkan permainan mereka.

Sumber :
https://www.pcmag.com/feature/309047/samsung-s-smartphone-history-from-zero-to-galaxy-s4
https://www.digitaltrends.com/android/history-of-samsungs-galaxy-phones-and-tablets/
http://www.techradar.com/news/samsung-galaxy-s-history

Sejarah dan Perkembangan Kendaraan Keluarga Indonesia - Toyota Kijang

Toyota Kijang (Kerjasama Indonesia Jepang) awalnya adalah model kendaraan niaga yang kemudian bertransformasi menjadi mobil keluarga buatan Toyota, dan merupakan kendaraan paling populer untuk kelas minibus di Indonesia. Toyota Kijang hadir di Indonesia sejak tahun 1977 dan saat ini merupakan salah satu model Toyota yang sukses secara komersial sampai sekarang. Sehingga berbagai varian dan generasi mobil ini dapat ditemukan dengan mudah di seluruh pelosok Indonesia.

Kesuksesan Toyota Kijang telah berdampak dengan munculnya mobil-mobil sejenis yang meniru konsep dari Toyota Kijang (terutama dari segi nama hewan), misalnya Isuzu Panther dan Mitsubishi Kuda serta Daihatsu Zebra. Selain di Indonesia, sebelum hadirnya generasi "Innova", Toyota Kijang juga dijual di Malaysia dengan nama "Unser", Filipina (Toyota Tamarraw/Revo), Taiwan (Toyota Zace surf), Vietnam (Toyota Zace), India (Qualis) dan Afrika Selatan (Toyota Condor Hi-Roof)

Generasi I (1975-1981)
Sejarah Produksi
Peluncuran perdana dari Toyota Kijang generasi pertama adalah pada tahun 1975, dalam acara Pekan Raya Jakarta 1975, dengan disaksikan oleh Presiden RI, Soeharto, dan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, di mana saat itu terdapat keraguan dari para perancangnya, tentang apakah Toyota Kijang dapat diterima oleh pasar Indonesia. Keraguan tersebut disebabkan karena Mitsubishi Colt merupakan jenis kendaraan yang mendominasi pasar mobil minibus pada saat itu. Generasi pertama Toyota Kijang menerapkan konsep pick up dengan bentuk kotak mendasar. Model ini sering dijuluki "Kijang Buaya" karena tutup kap mesinnya yang dapat dibuka sampai ke samping. Kijang generasi perdana ini diproduksi dari bulan Juni 1977 hingga Juni 1981.

Unit Produksi
Pada tahun pertama peluncurannya (1977), total produksi Kijang generasi pertama hanya berjumlah 1.168 unit. Tiga tahun berikutnya, 1978, jumlahnya meningkat menjadi 4.624 unit. Jumlah produksi Kijang terus meningkat dari tahun ke tahun. Kehadiran Kijang sebagai kendaraan multifungsi atau serbaguna yang mudah perawatannya membuat permintaan terus meningkat. Toyota Kijang lahir sebagai kendaraan dengan konsep Basic Utility Vehicle. Cocok sebagai kendaraan dengan konsep serba guna dan mudah untuk dirawat. Sejalan dengan peraturan pemerintah Indonesia untuk menerapkan konsep pembangunan ekonomi melalui pengembangan motorisasi dan otomotif di Indonesia, khususnya melalui konsep Kendaraan Bermotor Niaga Serbaguna (KBNS).

Konsep Produksi
Mobil dengan kode produksi KF10 ini nyaris berbentuk mirip dengan kotak buah yang ditempeli dengan 4 buah roda dan jendela yang ditutupi dengan kain terpal pada sisi-sisi pinggirnya. Kijang Generasi I ini dikenal masyarakat sebagai Kijang Buaya karena model buka-tutup kap mesin depan pada hidung mobil (bonnet) yang mirip dengan mulut buaya apabila kap mesin depan sedang dibuka. Rancangan awal kendaraan ini sangatlah sederhana. Kijang ini memiliki pintu yang seolah-olah ditempelkan begitu saja dengan badannya dengan engsel pintu yang mirip engsel pintu rumah yang berbunyi mendecit bila dibuka.Terlebih lagi pada saat itu, pintu mobil tidak dilengkapi kunci maupun alarm sebagai sistem keamanannya meski pada generasi selanjutnya yang sudah dimodifikasi, dilengkapi dengan kunci pintu serta engkol pintu yang masih mirip pintu rumah serta kaca pada pintu mobil.

Posisi pengemudi pada kijang ini terletak terlalu ketengah dengan tongkat perseneling untuk transmisi mesin yang sulit dijangkau. Mesin yang digunakan menggunakan mesin Toyota Corolla pada zamannya dengan tipe 3K berkapasitas 1200 cc dengan transmisi 4 percepatan. Selain keluar dengan tipe mobil bak terbuka (pick up), mobil kijang ini dimodifikasi menjadi mobil penumpang terutama dilakukan oleh perusahaan perusahaan karoseri mobil seperti halnya mobil mobil niaga pada masa itu di mana rancangan bodi tidak ditangani pabriknya langsung. Sebagai contoh, mobil ini digunakan sebagai mobil penumpang angkutan umum di kota Balikpapan pada tahun 1980 - 1985.

Generasi II (1981-1986)
Toyota Kijang generasi II mulai dijual pada bulan Juni 1981. Bentuk model ini tidak terlalu berbeda dibandingkan dengan generasi sebelumnya, namun memiliki beberapa perubahan yang di antaranya adalah peningkatan kapasitas silinder mesin menjadi 1.300 cc (naik 100 cc). Kapasitas ini kemudian dinaikkan lagi hingga 1.500 cc (naik 200 cc).

Sejarah Produksi
Mobil ini, walaupun disebut sebut memiliki banyak perubahan, bentuknya masih ada kesamaan dengan Kijang Buaya. Lampu mobil masih bulat di samping depan kanan-kiri dan gril masih sederhana dengan tulisan TOYOTA pada bagian depan. Garis pada bonnet juga masih simpel dan curam. Meski bukaan pada tutup kap mesin tidak lagi bukaan penuh hingga bagian tepi hidung mobil (bonnet) seperti halnya kijang sebelumnya.

Konsep Produksi
Mobil dengan kode rangka KF20 ini akrab sebagai Doyok (sebutan yang diambil dari sebuah serial kartun bertokoh Doyok pada harian Pos Kota) sehingga dikenal juga sebagai Kijang Doyok. Pintu lebih manis dengan dilengkapi kaca dengan engsel tidak lagi mirip engsel pintu rumah dan dilengkapi kunci pada tahun 1982. Dengan mesin 4K berkapasitas 1300 cc, transmisi masih 4 percepatan. Suspensi masih double wishbone dengan per daun pada bagian depan dan per daun under axle (di bawah gardan) pada bagian belakang mobil.

Perjalanan mobil ini juga diiringi perkembangan baru seperti halnya disempurnakannya transmisi dan diferential sekaligus menambah booster rem pada tahun 1983. Toyota juga dikenal dalam perencanaan produknya sampai 5 tahun berikutnya yang dapat dilihat melalui pengembangan mobil ini. Pada tahun 1984 mengadakan perubahan pada gril dan bumper, termasuk pemakaian lampu kotak. Lampu sein yang pada produksi awal masih terletak di bumper depan, kini naik ke grill mengapit tulisan TOYOTA .
Sampai tahun 1983, permintaan mobil ini tetap tinggi, sampai akhirnya Toyota melakukan perubahan pada mesin yang kemudian memakai tipe 5K dengan kapasitas 1500 cc namun irit dalam pemakaian.
Pada generasi inilah, muncul dua tipe minibus yang dikerjakan oleh perusahaan karoseri yang ditunjuk Astra, yaitu :
Family : minibus 3 pintu (2 di depan dan 1 di samping kiri) dengan imbuhan "bagasi" di bagian belakang yang sejatinya sebuah bukaan pada tempat plat nomor. Pada tipe ini, semua kursi menghadap ke depan, dan dapat memuat 7 penumpang.
Commando : minibus 4 pintu (dengan pintu paling belakang tipe ambulan yang terbagi dua membuka ke kedua sisi), dengan kursi paling belakang saling berhadapan. Dapat memuat 8 penumpang. Tipe ini berlanjut sampai ke generasi III.

Generasi III (1986-1996)
Pada akhir tahun 1986, model Toyota Kijang generasi III dilempar ke pasaran. Kijang generasi ini bentuknya lebih melengkung pada lekukannya sehingga tampak lebih modern. Model ini hingga saat ini masih banyak digunakan di jalanan di Indonesia meski tidak lagi diproduksi.

Pada generasi ini, konsep Kijang sebagai kendaraan angkut mulai bergeser sebagai kendaraan penumpang sekalipun banyak Kijang generasi sebelumnya juga dimodifikasi sebagai kendaraan penumpang. Pada generasi ini juga masih terdapat varian pick up, meski tidak lagi menjadi konsep utama Toyota Kijang seperti generasi sebelumnya. Di zaman/masa ini, bisa dikatakan sebagai generasi kejayaan Kijang sebagai mobil penumpang, terutama sebelum banyak mobil penumpang Built Up impor meramaikan pasar kendaraan di Indonesia serta puncak dominasi Toyota atas model-model kuat seperti Mitsubishi Colt L300 dan minibus tanpa bonnet lainnya seperti Suzuki Carry dan Daihatsu Zebra di mana Kijang menjadi pilihan kuat konsumen saat itu. Toyota mengeluarkan dua tipe Kijang pada generasi ini yakni tipe Super Kijang dan Grand Extra dengan memiliki life cycle cukup panjang (lebih dari satu dekade) dibandingkan generasi sebelumnya.

Desain mobil ini memiliki bentuk lebih manis dan halus dibandingkan generasi lalu yang kaku mirip kotak sabun. Teknologi full pressed body diperkenalkan untuk menekan penggunaan dempul dalam proses pembuatannya hingga 2–5 kg dempul per mobil. Mesin pada awal generasi ini masih memakai tipe 5K namun memiliki daya kuda (horse power) yang lebih tinggi yakni 63 hp dari sebelumnya 61 hp. Transmisi menghadirkan 5 percepatan, dan 4 percepatan, yang sebelumnya hanya memakai 4 percepatan.

Pada generasi ketiga ini, Toyota Kijang memiliki varian yang cukup luas. Varian Commando, dan Ranger. varian Commando sebagai ciri Toyota kijang ini memiliki '4 pintu' dengan plihan :
Commando LSX (Kf50 : 5 speed, Rem cakram depan).
Commando SSX (KF40 : 5 speed, Rem cakram depan).
Commando LX (KF50 : 4 speed).
Commando SX (KF40 : 4 speed).

Ada pula Varian "Ranger" yang memiliki ciri memiliki '3 pintu' dengan kode sasis 'KF40', dan memiliki sistem percepatan 5speed (SSX), serta menggunakan sistem penghenti laju rem cakram pada bagian depan. Varian 3 pintu ini sangat jarang ditemukan, karena diproduksi hanya selama 3 tahun, antara 1987 sampai 1990 .

Peluncuran logo baru Toyota pada November 1989, yang menjadi ciri khas mobil Toyota sampai saat ini. Selanjutnya pada tahun 1991, Super Kijang mengalami perubahan pada sistem kemudi 'Rack & pinion' agar sistem kemudi lebih ringan, dan penyempurnaan pada Axle 3 kople untuk mengurangi getaran. Serta penambahan power steering. Super Kijang tersedia sampai Juni 1993.

Setelah Agustus 1992, Toyota memasuki generasi perbaikan bodi mobil yang disebut sebagai Toyota Original Body. Sebuah proses pembuatan bodi mobil dengan mesin press dan metode las titik. Sampai saat ini, bisa dikatakan satu-satunya Kijang yang bebas dempul. Pada masa ini terjadi perubahan letak tangki bensin yang awalnya berada di bawah bemper belakang menjadi di tengah samping kiri, sedangkan posisi ban serep yang semula diletakan di tengah samping kiri dipindah menjadi di bawah bemper belakang.

Sementara untuk versi Deluxe (Toyota Kijang G) terdapat perubahan khususnya pada lampu depan, grill, dan ditambahkan power steering pada kemudi yang meringankan pengemudi. versi Grand Extra (sebagai Varian Tertinggi) memiliki ciri penamaan LGX (Long Grand Xtra) SGX (Short Grand Xtra) terdapat penambahan tachometer, penambahan fender, Power Window, Alloy Wheel bermerek Enkei, dan AC double blower.

Pada bulan April 1995 terdapat penambahan variasi mesin yaitu tipe 7K berkapasitas 1800 cc (naik 300 cc) yang lebih bertenaga, serta diberhentikan produksinya varian mesin 5k pada tahun yang sama juga.
Selain itu, Toyota Kijang generasi ketiga juga menyediakan banyak rentang varian seperti : LX, LSX, LGX (untuk sasis panjang) SX, SSX, SGX (untuk sasis pendek), khusus LX, SX (Kijang Standar) dan pick up transmisi menggunakan 4 percepatan dan menggunakan dashboard konvensional ala Super Kijang, serta penghenti laju rem tromol.

Selain tipe-tipe tersebut diatas juga terdapat beberapa tipe buatan karoseri lokal, yaitu Rover (berubah menjadi RoverAce setelah mendapat keberatan dari produsen mobil Rover, Inggris), Jantan (Roda Nada Karya), dan Toyota Kencana. Raider dan Jantan kebanyakan menggunakan sasis panjang, Rover sasis pendek, dan Toyota Kencana mempunyai atap yang lebih tinggi dibanding Kijang biasanya.
Sampai saat ini, Toyota Kijang ketiga (baik seri Super dan Grand Extra) masih banyak di pasaran mobil di Indonesia dan masih dihargai mahal.

Toyota Kijang Soeharto Series
Pada menjelang akhir-akhir Toyota Kijang ketiga, kira-kira tahun 1995-1996, varian Toyota Kijang Soeharto Series diluncurkan dalam rangka memperingati 50 Tahun Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1995. Bentuknya masih sama dengan varian Grand Extra. Hanya yang membedakan dengan seri reguler adalah seri ini adalah seri pertama Toyota Kijang yang menggunakan transmisi otomatis 4 percepatan. Varian ini juga dikembangkan untuk merayakan 75 Tahun Pak Harto (1921-1996) dengan nama Toyota Kijang Soeharto Series II. Penamaan seri Soeharto ini dikarenakan Soeharto juga ikut andil dalam meluncurkan Toyota Kijang pada tahun 1975. Harganya bahkan lebih mahal dari seri reguler, bahkan mencapai Rp 100 juta/unit. Walaupun permintaan akan seri ini cukup tinggi, tetapi saat ini seri Toyota Kijang ini langka karena hanya diproduksi dari tahun 1995-1996. Dengan diluncurkannya Toyota Kijang ini, makin mengukuhkan namanya menjadi kendaraan niaga buatan rakyat Indonesia untuk masyarakat Indonesia.

Generasi IV (1997-2004)
Setelah sebelas tahun bertahan dengan rancangan generasi ketiga, Kijang meluncurkan model berikutnya dengan perubahan pada eksterior dan interiornya menjadi lebih aerodinamis pada tahun 1997. Model ini akrab dipanggil "Kijang Kapsul". Total varian awalnya mencapai 18 model dengan pilihan sasis (panjang/pendek) dan mesin yang berbeda (bensin/diesel).

Mulai Kijang generasi keempat ini, dominasi Jepang semakin besar. Kalau sebelumnya Toyota Astra Motor memanfaatkan perakitan bodi mobil banyak menggunakan karoseri. Pada generasi ini sudah dikatakan menyiratkan mobil yang sesungguhnya. Desainnya membulat seperti kapsul dan lebih aerodinamis dan menjadi loncatan desain pada masanya. Pada Kijang yang dikenal sebagai Kijang baru ini, Toyota mengeluarkan dua tipe mesin yakni Mesin bensin 1800cc (tipe 7K) seperti generasi sebelumnya dan Mesin diesel 2400cc (tipe 2L) tanpa turbo milik Toyota HiAce yang membuat persaingan dengan Isuzu Panther untuk mobil keluarga bermesin diesel yang saat itu mendominasi pasaran Indonesia.

Pada Kijang versi tahun 1997 - 1999, mesin bensin masih menggunakan karburator, barulah pada tahun 2000, tersedia mesin bensin dengan sistem injeksi elektronik, Electronic Fuel Injection (EFI). Ada dua pilihan untuk mesin bensin EFI, yaitu 7K-E dengan kapasitas 1800cc bertenaga 80 hp dan 1RZ-E dengan kapasitas 2000 cc bertenaga 100 hp yang diambil Dari Toyota Hilux. Meskipun mesin 1RZ-E secara teknologi lebih canggih jika dibandingkan dengan mesin 7K-E, namun mesin bensin 2000cc ini kurang laku di pasaran Indonesia karena konsumsi bahan bakarnya yang dinilai lebih boros dibandingkan dengan tipe 7K-E. Kijang 2000cc ini hanya terdapat pada tipe SGX, LGX, dan Krista. Untuk tipe LX, SX, dan pick-up keluaran 1997 - 1999, masih menggunakan transmisi manual 4 percepatan, sedangkan model lainnya menggunakan transmisi manual 5 percepatan.

Perubahan mesin ini dinamai New Kijang EFI dengan mengubah desain lampu menjadi "lampu kristal" yang menghilangkan lampu kabut built-in yang terdapat pada tipe LGX/SGX sebelumnya. Lampu model ini juga terdapat pada lampu belakang, desain bumper baru, dan juga desain velg roda yang berbeda serta seatbelt (sabuk keselamatan) pada jok penumpang bagian tengah (varian SSX/LSX dan SGX/LGX). Selebihnya hampir sama dengan sebelumnya. Opsi velg alloy racing 15" bermerek Enkei tersedia untuk varian LSX dan SSX. Facelift terakhir mengubah bentuk lampu depan, lampu belakang diberi hiasan ala Toyota Land Cruiser, bumper desain baru, kelir interior baru, desain setir baru serta menghilangnya varian Diesel tipe sasis pendek dan varian mesin 1800cc untuk tipe Krista.

Pada versi Kijang Kapsul selain terdapat varian SX, SSX, SGX (sasis pendek) LX, LSX, LGX (sasis panjang) dan pick up, ada juga varian Krista (berbasis varian LGX) dengan tambahan over fender, warna body two tone dan interior lebih mewah dari LGX/SGX serta Rangga (berbasis varian SSX) dengan tambahan over fender, warna body two tone dan ban serep ala jip yang dipasang menempel pada pintu belakang. Krista menggunakan sasis panjang, sedangkan Rangga menggunakan sasis Pendek. Pada generasi ini tipe karoseri Rover Ace (umumnya berbasis sasis pendek) dan Jantan Raider (umumnya berbasis sasis panjang) juga masih diproduksi beberapa unit. Diproduksi juga Kijang dengan penggerak empat roda (4x4) dengan basis LGX untuk pasar Afrika (Toyota Condor, 2000-2005). Model ini mengadopsi fitur yang jauh lebih lengkap, bahkan airbag pengemudi dan AC climate control pun telah tersedia. Mesinnya sama dengan pasar lain, namun khusus pasar Afrika ditawarkan mesin diesel 3000cc 5L pada varian 4x4.

Pada generasi keempat inilah Kijang mulai diekspor ke manca negara dengan berbagai nama, kecuali untuk Brunei Darussalam yang tetap menggunakan nama Kijang, yaitu Malaysia dan Singapura (Toyota Unser), Filipina (Toyota Revo), Taiwan (Toyota Zace surf),Vietnam(Zace) dan Afrika Selatan (Toyota Condor 4x4)

Setelah Toyota Kijang Kapsul Minibus digantikan oleh Toyota Kijang Innova pada tahun 2005, Toyota Kijang Kapsul Pickup 1.800cc masih diproduksi hingga tahun 2007, dan Toyota Hilux Single Cabin 2.0 VVT-i diluncurkan sebagai penerus Toyota Kijang Kapsul Pickup 1.800cc.

Generasi V (2004-2015)
Kijang kembali diperbaharui pada tahun 2004 dan dipasarkan dengan nama "Kijang Innova". Selain di Indonesia, model ini juga dipasarkan ke pasar luar negeri dengan nama "Innova" (tanpa "Kijang"). Model ini telah mengalami perubahan yang cukup drastis dibandingkan dengan model dari generasi sebelumnya. Jika pada awal konsep Kijang generasi pertama adalah Basic Utility Vehicles atau kendaraan kelas bawah, maka Kijang generasi V lebih dikategorikan sebagai kendaraan kelas menengah. Bentuk model fisiknya jauh lebih modern dan futuristik, terutama di bagian depan kendaraan, di mana tidak lagi menonjolkan bentuk lekukan tajam seperti pada model-model sebelumnya.

Konsep Produksi
Model ini dikeluarkan oleh Toyota Astra Motor pada tahun 2004, yang dipasarkan dengan konsep mobil keluarga jenis MPV (Multi Purposes Vehicle) masa kini, dengan bentuk bodi yang lebih aerodinamis beserta kenyamanan setaraf dengan sedan mewah. Posisi pengendaraan lebih akurat, letak shift knob terjangkau dan panel instrumen yang lebih user friendly. Generasi ini menerapkan Mesin VVT-i 2000 cc dengan jenis 1TR-FE berkatup 16 DOHC dengan tenaga yang jauh lebih besar daripada Kijang bensin generasi sebelumnya, yaitu sebesar 136 hp, sedangkan untuk varian dieselnya menerapkan mesin diesel 2500 cc berkode 2KD-FTV dengan turbocharger dan sistem penyaring solar Common Rail Direct Injection,memiliki tenaga sebesar 102 hp, menggantikan jenis K/RZ Dan L pada generasi sebelumnya. Kijang generasi ini dirancang dengan sistem Direct Ignition System (DIS) dan merupakan penerapan dari teknologi pedal gas tanpa kabel atau Throttle Control System-Inteligent dan dilengkapi oleh mesin membujur dengan penggerak roda belakang (Rear Wheel System).

Penyempurnaan Produksi
Menggunakan Suspensi Independen Double Wishbone dengan per keong pada bagian depan (Coil Spring) dan 4-link Lateral Rod Rigid Axle pada bagian belakangnya, Kijang generasi ini dapat meredam guncangan lebih nyaman. Chasis masih menggunakan Ladder Bar namun beban suspensi dapat didistribusikan secara merata keseluruh bagian badan mobil sehingga Body Roll dan tingkat Pitching semakin kecil atau sudut geometri suspensi lebih handal ketimbang kijang generasi sebelumnya karena titik jatuh suspensi yang lebih akurat berbanding antara panjang dan lebar mobil.

Penyempurnaan lain terdapat dibagian kemudi. Pengendara dapat lebih akurat mengarahkan kemudi disetiap tikungan. Stabilitas arah kemudi lebih handal karena menggunakan model Rack-and-Pinion dengan Engine Speed Sensing Power Steering sehingga mobil mudah dikendalikan dalam kecepatan 120 km/jam pada tikungan S maupun belokan memutar 270 derajat sekalipun. Kijang generasi ini mengusung dua jenis transmisi, baik yang menggunakan transmisi otomatis maupun transmisi manual. Beberapa teknologi pada Kijang Innova yang tidak ditemui pada generasi sebelumnya menurut klaim Toyota Astra Motor adalah:
Mesin dengan VVT-i 
VVT-i atau Variable Valve Timing Intelligent berupa controller yang dipasang dibagian chamshaft intake yang bertugas untuk mengatur Timing Chamshaft Intake dan menyesuaikan terhadap perubahan kondisi mesin. Berbagai sensor mesin lainnya (suhu, rem, gas, dan lain-lain) bertugas memberikan informasi kepada ECU (Engine Control unit) agar dapat melakukan pengukuran konsumsi jumlah bahan bakar dengan udara yang diperlukan Injector dan sesuai dengan tingkat kebutuhan dari proses tersebut. Dengan penerapan metode ini, dapat menghasilkan proses pembakaran yang relatif lebih efisien. Kondisi tersebut dimungkinkan karena proses konsumsi bahan bakar dikerjakan dengan lebih sempurna, sesuai dengan kebutuhan mesin, dan pada akhirnya menghasilkan sisa emisi gas buang yang lebih rendah.

Mesin Diesel D4D
D4D atau juga disebut Direct Four Stroke Turbo Commonrail Injection . Mesin ini menggunakan sistem injeksi Commonrail di mana bahan bakar solar akan dihisap oleh pompa bahan bakar melalui saringan bahan bakar (fuel filter) agar dapat menghasilkan kualitas bahan bakar solar dengan tingkat emisi gas buang yang sangat rendah. Bahan bakar ditekan pada jalur sebelum injektor Piezo dengan tekanan tinggi sebelum ECU memerintahkan untuk diinjeksikan ke dalam ruang bakar. Sistem commonrail akan mengatur laju tekanan bakan bakar secara elektronik, baik dari sisi banyaknya maupun waktu penyemprotan bahan bakar. Bahan bakar disemprotkan melalui injektor berlubang 6 dengan diameter 0.14 mm. Pada mesin ini terdapat ECU 32 bit yang berfungsi sebagai sensor utama mesin. Keunggulan mesin ini adalah akselerasi & performa yang optimal, beserta tingkat getaran & suara mesin yang lebih halus yang dapat dihasilkan beserta dengan tingkatan jumlah emisi gas buang yang lebih rendah.

Anti Maling
Mobil ini dilengkapi dengan Theft Deterrent System yang biasa disebut Engine Immobilizer System. Fitur ini mencegah mesin hidup apabila kode ID kunci tidak sesuai dengan yang terdapat di ECU. Sistem ini menggunakan Chip Transponder pada setiap anak kuncinya. Di mana coil yang dipasang pada setiap rumah kunci, amplifier dan Transfonder Key ECU, akan menolak menyalakan mesin apabila kode ID yang didapatkan tidak sesuai dengan kode ID yang terdapat pada kuncinya. Sebagai contoh apabila mobil dipaksa untuk dibuka dengan kunci palsu atau kunci T.

Single Belt
Penggunaan Single Belt mengurangi panjang dimensi mesin, bobot mesin, jumlah komponen dan beban kerja mesin dibandingkan dengan 3 belt (AC, power steering dan altenator) pada generasi sebelumnya.

Pedal Gas Elektronik
Sistem pedal gas (Electronics Throtle Control System ETCS-i) membuat generasi ini dilengkapi sensor pedal gas yang dapat mengubah setiap gerak mekanik menjadi sinyal elektrik untuk dikirim ke ECU, di mana ECU akan menghitung setiap pembukaan throttle valve lewat motor penggeraknya yang terletak di throttle body agar lebih optimal untuk setiap kondisi jalan.

Bila terjadi malafungsi pada salah satu sensor, ECU akan memerintahkan throttle body bekerja pada mode limp (minimal) agar mobil tetap bisa dijalankan.

Sensor Ultrasonic
Sensor ini digunakan untuk memudahkan pengedara saat parkir, sensor ini terletakkan pada bumper belakang yang akan memberikan peringatan kepada pengendara apabila mendekati benda atau rintangan dengan radius deteksi berjarak 150 cm dan tinggi antara 22–82 cm.

Generasi VI (2015-sekarang)
All New Kijang diluncurkan pada tanggal 23 November 2015 di Hotel Fairmount, Jakarta. Kijang generasi keenam ini dipasarkan dengan 3 varian utama, yaitu G sebagai varian paling murah, V sebagai varian menengah, dan Q sebagai varian tertinggi. Ketiga varian tersebut memiliki 2 pilihan mesin, yaitu mesin bensin 2.000cc berkode 1TR-FE dengan teknologi Dual VVT-i dan mesin diesel 2.400cc berkode 2GD-FTV dengan intercooler dan VNT.


Mesin dengan 1TR-FE Dual VVT-i
adalah mesin bensin 1.998 cc I4, memiliki fitur DOHC, 16 katup dan Dual VVT-i. yang memiliki tenaga  104 kW (139 hp) pada 5.600 rpm, dan 182 N · m (18,6 kg · m) torsi pada 4.000 rpm dengan redline 6000 rpm.




Mesin dengan 2GD-FTV Turbodiesel
The 2GD-FTV adalah 2.4L (2393cc) straight-4 common rail diesel engine dengan variable nozzle turbocharger (VNT), VVT-i, dan intercooler. Memiliki 16 katup dan desain DOHC (double overhead camshaft). Rasio kompresinya adalah 15,6: 1. Bore x stroke adalah 92,0 mm x 90,0 mm. Serta menghasilkan tenaga 149 PS (147 hp; 110 kW) pada 3400 rpm, dan 400 N · m (295 lbf · ft; 41 kg · m) torsi pada 1600-2000 rpm saat dikawinkan dengan transmisi otomatis 6 kecepatan atau transmisi manual, tergantung pada target pasar dan spesifikasi emisi.

Di Toyota Innova, mesin ini menghasilkan tenaga 149 PS (147 hp; 110 kW) pada 3400 rpm, dan 36,7 kg · m (360 N · m; 265 lbf · ft) torsi pada 1200-2600 rpm saat dikawinkan dengan transmisi otomatis 6 kecepatan, tergantung target pasar dan spesifikasi emisi. Dengan transmisi manual, outputnya 149 PS (110 kW; 147 hp) dan 34,9 kg · m (342 N · m; 252 lbf · ft)

Mesin ini pertama kali digunakan di generasi kedua Toyota Innova (generasi keenam Toyota Kijang), generasi kedua Toyota Fortuner dan generasi kedelapan Toyota Hilux.

Sistem Alarm
Mobil ini dilengkapi dengan Theft Different System yang biasa disebut Engine Immobilizer System [Type V & Q]. Fitur ini mencegah mesin hidup apabila kode ID kunci tidak sesuai dengan yang terdapat di ECU. Sistem ini menggunakan Chip Transponder pada setiap anak kuncinya. Di mana coil yang dipasang pada setiap rumah kunci, amplifier dan Transfonder Key ECU, akan menolak menyalakan mesin apabila kode ID yang didapatkan tidak sesuai dengan kode ID yang terdapat pada kuncinya. Sebagai contoh apabila mobil dipaksa untuk dibuka dengan kunci palsu atau kunci T.

SRS Airbag dan Seatbelt with Force Limiter
Supplemental Restraint System (SRS) Airbag. SRS Airbag System dirancang untuk melengkapi sistem sabuk pengaman dan meningkatkan perlindungan pengendara serta penumpang pada saat mengalami tabrakan atau kecelakaan

Seatbelt with Force Limiter merupakan perangkat keselamatan utama untuk melindungi penumpang di dalam sebuah mobil yang memiliki fitur pengendur tali sabuk pengaman yang berfungsi menjaga tekanan pada seatbelt agar tidak terlampau kencang untuk penumpang.

ABS
ABS Adalah antilock braking system, mencegah roda mengunci saat pengereman, bahkan pada pengereman ekstrem sekalipun.

EBD
EBD Adalah Electronic braking distribution. Dimana perangkat komputer akan membagi beban pengereman yang bervariasi tergantung kebutuhan tiap roda.

Vehicle Stability Control
Teknologi komputer yang membantu untuk menstabilkan kendali mobil jika terjadi understeer atau oversteer dengan cara mengerem roda secara individual hingga mobil dapat dikendalikan.

Hill Assist Control
Teknologi yang menahan mobil di jalan menanjak selama beberapa detik, sembari kaki pengemudi berpindah dari pedal rem ke pedal gas.

Single Belt
Penggunaan Single Belt mengurangi panjang dimensi mesin, bobot mesin, jumlah komponen dan beban kerja mesin dibandingkan dengan 3 belt (AC, power steering dan altenator) pada generasi sebelumnya.

Telescopic Steering Wheel
Pengaturan setir yang bisa diatur jauh-dekatnya sesuai postur badan pengemudi.

Pedal Gas Elektronik
Sistem pedal gas (Electronics Throtle Control System ETCS-i) membuat generasi ini dilengkapi sensor pedal gas yang dapat mengubah setiap gerak mekanik menjadi sinyal elektrik untuk dikirim ke ECU, di mana ECU akan menghitung setiap pembukaan throttle valve lewat motor penggeraknya yang terletak di throttle body agar lebih optimal untuk setiap kondisi jalan.

Bila terjadi malafungsi pada salah satu sensor, ECU akan memerintahkan throttle body bekerja pada mode limp (minimal) agar mobil tetap bisa dijalankan.

Ultrasonic Parking Sensor
Sensor ini digunakan untuk memudahkan pengedara saat parkir ditempat , sensor ini terletakkan pada bumper belakang yang akan memberikan peringatan kepada pengendara apabila mendekati benda atau rintangan dengan radius deteksi berjarak 150 cm dan tinggi antara 22–82 cm. pada

Corner Sensor
Perangkat ini merupakan sistem sensor ultrasonik berteknologi tinggi yang dipasang di 4 sudut bumper depan dan belakang. Perangkat ini memastikan pengendara dapat melakukan parkir secara aman, akurat dan mudah di segala situasi dan untuk memberikan deteksi objek di setiap sudut kendaraan.

Shark Fin Antenna
Antenna radio yang terpasang di atap mobil yang berbentuk seperti sirip hiu untuk membantu aerodinamika.

Sumber
https://id.wikipedia.org/wiki/Toyota_Kijang
https://en.wikipedia.org/wiki/Toyota_GD_engine
https://en.wikipedia.org/wiki/Toyota_TR_engine


Mengenal Komputasi Awan (Cloud Computing)

  Komputasi awan  atau  komputasi gemawan  ( bahasa Inggris :  cloud computing ) adalah gabungan pemanfaatan  teknologi komputer  (' kom...